Selamat Datang di Blog teriakan angin karena tidak ada teriakan yang paling kencang kecuali teriakan angin dan selamat menikmati hidangan-hidangan yang telah disajikan.

Jumat, 27 Januari 2012

Song


Kantoi

oleh : Zee Avi

Intro: C C# G7

      C                     G
Semalam I call you, you tak answer.
      G7                  C
You kata you keluar pergi dinner.
                           G
You kata you keluar dengan kawan you.
           G7                             C
But when I called Tommy he said it wasn't true.

     C                    G
So I drove my car pergi Damansara.
        G7              C
Tommy kata maybe you tengok bola.
                       G
Tapi bila I sampai you, you tak ada.
  G7             C
Lagilah I jadi gila.

     C                            G
So I called and called sampai you answer.
      G7                       C
You kata sorry sayang tadi tak dengar.
                              G
My phone was on silent, I was at the gym.
       G7                             C
Tapi latar belakang suara perempuan lain.

     G     G7      C
Sudahlah sayang, I don't believe you.
            G               G7          C
I've always known that your words were never true.
       G      G7         C
Why am I with you, I pun tak tahu.
   C            C#                   G7
No wonderlah my friends pun tak suka you.

     C                           G
So I guess that's the end of our story.
        G7                        C
Akhir kata, she accepted his apology.
                               G
Tapi last last kita dapat tahu she was cheating too.
         C              Am          F G
With her ex-boyfriend's best friend,
   C
Tommy.

oase

SEBATANG ROKOK

Karya : Oka Rusmini

katamu suatu senja:
"tiup lukisan abuku. Dia mulai bersayap.
Ada wajahmu dan sedikit kematianku.
Melingkar. Jangan takut baunya.Ini pesta, kekasih."

Satu batang lagi.
Otakku dirampas kasar.

Kataku:
"kau lihat! Mereka bunuh nafasmu.
Tubuhku dijilati.Kau diam. Terus melukis abu.\
Satu tumpuk. Kau mulai bangun lubanganmu.
Lukisanmukah ini?"

saratus batang.
Kau mulai berpesta.Anak-anak berlarian.
Mereka tak memiliki mata.
Mana hatinya?

Lihat!
Tanahnya abu.
Nafasnya bau busuk.
Musimmu.

Anak-anakku tak punya bumi.
Batang apa kautanam dalam tubuhnya?

juli-september 1996

Kamis, 26 Januari 2012

oase

Mengikis sepi

mentari mulai terkikis sepi
menjelang susutnya air dalam pohon
merengkuh akar diujung tanah
hilang pada hembusan angin

awan pun ditelan oleh sepi
menahan derasnya rasa  lama
hanya sepi yang datang menikam
hilang dan datang untuk mentari yang sunyi
memberiku kematian dalam menanti
menanti yang abadi dan pergi

20/01/2012

Selasa, 10 Januari 2012

mount sumbing

kenangan pada pendakian gunung sumbing 28-30 juni 2011




Jumat, 06 Januari 2012

cuplikan


 Jalan Awal

Kemandegan perkembangan sastra kampus akhir-akhir ini bukanlah sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa menyudutkan sebuah sistem maupun jalur akademis yang disorientasi untuk menciptakan manusia yang beradab dan berbudaya. Tutur Darmaningtyas yang senada dengan permasalahan tersebut adalah renggangnya hubungan pendidikan dengan kebudayaan pada pasca reformasi sebab kebudayaan telah teralienasi menjadi komoditas.
Sastra yang merupakan bagian dari kebudayaan, kini mulai surut perhatiannya di tingkatan kampus. Orientasi mahasiswa angkatan 2008 – 2011 khususnya di FBS UNY dalam mengenyam pendidikan di kampus sebagian lebih memberatkan pada kelulusan, nilai dan juga ijazah. Proses belajar di luar kampus, diskusi-diskusi sastra sebagai pemantik keterampilan menulis sudah tidak diindahkan lagi. Semangat belajar dan membaca mulai surut, justru bermunculan orang-orang nge-pop, hedon, dan juga individualis.
Di tambah lagi dosen sebagai tenaga pengajar dan pendidik di tingkatan kampus belum mampu membuat program-program yang bertujuan meningkatkan hubungan sosial, membaca dan belajar sastra serta kebudayaan. Berbagai seminar-seminar tentang kebudayaan pun belum mampu menyelesaikan masalah ini. Peningkatan sarana dan prasarana perkuliahan memang pesat akan tetapi tidak diimbangi dengan proses pembudayaan dan perkembangan wacana yang maju. Sehingga gedung-gedung kampus telah menjadi cangkang-cangkang tempurung yang mengurung mahasiswa layaknya “katak dalam tempurung”.
Mengamati fenomena tersebut beberapa kawan-kawan yang tergabung dalam Forum Malam Perjamuan Sastra (FMPS) mencoba untuk membangun kesadaran menulis. Hal ini dilakukan dari dalam individu  FMPS maupun dengan mengajak kawan-kawan dari luar. Adapun program yang di rasa penting untung dilakukan adalah pembuatan buku Antologi Puisi.
Buku antologi puisi ini bukanlah sebentuk rasa pamer akan tetapi sebagai ruang mengapresiasi, belajar dan diskusi karya. Harapan dari kawan-kawan dengan adanya buku antologi ini mampu memetakan kembali kawan-kawan yang masih peduli pada sastra sehingga mampu berkegiatan dan belajar secara komunal. Dan buku ini adalah titik awal kami untuk mendorong atau menciptakan passion kawan-kawan terhadap sastra.

Sabtu, 17 September 2011

mount Merbabu








Sabtu, 13 Agustus 2011

Oase


Demi Hati




Sepoi malam mengguyurku basah
Rindu tiba berbungah merah
Berlutut tanpa nada dilengan atas
Menjadikan diri runtuh melesat
Demi malam yang mengkoyakkoyak diri ini
Demi hati yang selalu sepi
Tegukku dalam ingatan yang menyakitkan
Dari badai diatas ubunubun malam berlintas
Disini aku mulai berjalan menuju sorot keabadian
Untuk kemenagan didepan Tuhan